Persaingan memasuki dunia kerja tak cukup hanya bermodal keterampilan kejuruan. Kemampuan Bahasa Inggris kini menjadi bekal penting yang ikut menentukan daya saing lulusan SMK. Menangkap peluang tersebut, SMK PGRI 1 Jombang berhasil mengantarkan 496 siswanya lolos seleksi penerima Bantuan Pemerintah Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026 untuk mengikuti sertifikasi Bahasa Inggris melalui Test of English for International Communication (TOEIC).

Program dari Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris mereka melalui tes TOEIC yang dikenal luas dalam konteks dunia kerja dan komunikasi profesional.
Guru Bahasa Inggris SMK PGRI 1 Jombang, Abdul Hamid, S. Pd., M. Pd, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut diawali dengan proses seleksi yang diikuti ratusan siswa. Sekolah mendaftarkan 610 siswa untuk mengikuti tes seleksi pada 29 September 2026.

Pelaksanaan seleksi dipusatkan di 8 (delapan) ruang Laboratorium Komputer (Labkom) sekolah. Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran tes sekaligus mengakomodasi jumlah peserta yang cukup besar.
“Dari 610 siswa kelas XII yang kami daftarkan untuk mengikuti seleksi, sebanyak 496 siswa dinyatakan lolos,” ujar Abdul Hamid.
Angka tersebut menunjukkan tingginya partisipasi siswa dalam program peningkatan kompetensi bahasa asing. Sebanyak 496 siswa yang lolos selanjutnya mengikuti tes sertifikasi TOEIC pada 15 dan 19 Oktober 2026.
Bagi siswa SMK, kemampuan Bahasa Inggris bukan sekadar materi pelajaran di ruang kelas. Di tengah perkembangan industri, teknologi, dan komunikasi global, keterampilan tersebut dapat menunjang kesiapan menghadapi wawancara kerja, memahami instruksi berbahasa Inggris, hingga berkomunikasi dalam lingkungan kerja yang melibatkan mitra internasional.
Sertifikat TOEIC diharapkan menjadi nilai tambah bagi siswa ketika memasuki dunia kerja maupun mengikuti peluang pengembangan karier lainnya. Meski demikian, manfaat sertifikasi akan semakin optimal apabila diimbangi dengan penguasaan kompetensi kejuruan, pengalaman praktik, dan kemampuan komunikasi yang baik.
52 Guru Ikut Tes TOEIC
Upaya meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris di SMK PGRI 1 Jombang tidak berhenti pada peserta didik. Pada 20 Oktober 2026, sebanyak 52 guru juga mengikuti tes sertifikasi Bahasa Inggris TOEIC.
Keterlibatan para guru tersebut memperlihatkan bahwa penguatan kompetensi bahasa asing menjadi kebutuhan bersama di lingkungan sekolah. Guru yang terus mengembangkan kemampuan profesional diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih relevan dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri.
Bagi sekolah vokasi, penguatan kemampuan bahasa asing menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif. Siswa tidak hanya dituntut menguasai keterampilan sesuai program keahlian, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi untuk menghadapi lingkungan kerja yang terus berkembang.
Dengan 496 siswa lolos seleksi bantuan sertifikasi TOEIC dan 52 guru mengikuti tes, SMK PGRI 1 Jombang berupaya memperluas kesempatan peningkatan kompetensi Bahasa Inggris di lingkungan sekolah.
Program ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat kesiapan siswa menghadapi dunia kerja sekaligus mendorong budaya belajar yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan daya saing lulusan SMK.

Tinggalkan Komentar